Hari Natal 2019 + Google Calendar

Hari Natal 2019

Hari Natal jatuh pada hari Rabu, 25 Desember 2019

Hari Natal 2019 jadi salah satu hari libur penting di Indonesia. Banyak tradisi unik yang dilakukan warga dalam menyambut kedatangan hari libur ini.

Indonesia memang negara dengan penduduk terbanyak beragama Islam. Namun, bukan berarti perayaan hari besar agama selain Islam dikesampingkan. Sebaliknya, Pemerintah Indonesia memberlakukan hari libur untuk setiap hari besar masing-masing agama, termasuk di antaranya adalah Hari Natal yang jatuh pada setiap tanggal 25 Desember.

Perayaan Natal dilakukan oleh umat kristiani sebagai bentuk peringatan hari kelahiran Yesus Kristus. Dalam setiap perayaannya, para penganut agama Kristen melakukannya dengan cara melaksanakan kebaktian. Seiring dengan berjalannya waktu, perayaan Natal menjadi kebiasaan yang semakin meriah. Sebagai contoh, munculnya kebiasaan pohon natal, bertukar hadiah, serta cerita tentang sosok Sinterklas yang muncul pada perayaan Natal.

Sejarah Hari Natal

Perayaan Natal memang sudah sangat luas dilakukan oleh umat kristiani di berbagai penjuru dunia. Bahkan, ada pula umat selain penganut agama Kristen yang juga turut mengikuti tradisi membuat pohon natal serta bertukar ucapan selamat Natal satu sama lain. Hal itu memperlihatkan betapa luasnya penyebaran perayaan tradisi ini.
Namun, tahukah Anda bahwa dalam perjalanan sejarahnya, perayaan Hari Natal ternyata tidak bersumber dari Alkitab. Yesus tidak pernah meminta para penganutnya untuk merayakan hari kelahirannya. Sebagai gantinya, menurut penjelasan dalam Catholic Encyclopedia edisi 1911, perayaan Natal bersumber dari tradisi kaum pagan yang berasal dari Mesir.
Pelaksanaan kaum pagan itu biasanya dilaksanakan pada sekitar bulan Januari. Hanya saja, tradisi ini kemudian diadopsi oleh umat Islam yang menjadikan perayaan tersebut sebagai Hari Kelahiran Yesus. Tercatat, perayaan Natal yang pertama kali dilakukan sekitar tahun 200 Masehi di Aleksandria. Hanya saja, perayaan itu dilakukan pada tanggal 5 atau 6 Januari. Pelaksanaan Natal pada tanggal 25 Januari baru mulai terjadi pada tahun 221 dilaksanakan oleh Sextus Julius Africanus.
Selanjutnya, perayaan Natal pada tanggal 25 Januari semakin meluas. Puncaknya, pada abad ke 5 Masehi, banyak perayaan Natal bernuansa Kristen dilakukan pada tanggal 25 Desember. Bahkan, gereja-gereja pun turut mengikuti langkah ini dengan melakukan kebaktian pada tanggal 25 Desember. Meski, ada sebagian gereja ortodoks yang masih bersikukuh untuk tetap melaksanakan kebaktian perayaan Hari Natal pada 6 Januari.

Kontroversi Perayaan Hari Natal

Seperti yang telah disebutkan, perayaan Hari Natal tidak pernah dilakukan ataupun diperintahkan oleh Yesus Kristus. Pada abad-abad pertama kemunculan Agama Kristen, para penganutnya tidak pernah melaksanakan tradisi ini. Apalagi, saat itu mereka lebih berfokus untuk menyambut kebangkitan Yesus.
Ditambah lagi, perayaan hari kelahiran, bukanlah tradisi yang biasa dilakukan oleh orang-orang Kristen. Bahkan, kebiasaan ini merupakan tradisi dari kaum kafir, seperti Firaun ataupun Herodes. Sebaliknya, orang-orang Kristen memiliki kebiasaan untuk merayakan hari kematian.
Kontroversi terkait perayaan Natal juga berkaitan erat dengan penetapan hari kelahiran Yesus Kristus. Tanggal 25 Desember bukanlah hari kelahiran Yesus, demikian pula tanggal 6 Januari. Bahkan, sebenarnya, tidak ada catatan sejarah mengenai hari kelahiran Yesus. Oleh karena itu, ada beberapa gereja yang memilih untuk tidak merayakan Natal, di antaranya adalah Perserikatan Gereja Tuhan, Gereja Jemaat Allah Global Indonesia, Gereja Yesus Sejati, ataupun Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh.
Terlepas dari kontroversi tersebut, ada bukti dari berbagai naskah kuno yang menyebutkan bahwa Yesus bertempat di rahim Maria pada 25 Desember. Selain itu, umat Kristen pun sebagian besar juga sepakat terkait penetapan Hari Natal pada tanggal tersebut, termasuk kelompok yang tidak merayakan sekalipun. Kesepakatan ini didasarkan atas kesadaran penetapan Hari Natal untuk menetapkan hari besar agama Kristen lainnya, seperti Jumat Agung serta Paskah.

Tradisi Merayakan Hari Natal di Indonesia

Tradisi merayakan Hari Natal banyak dilakukan di Indonesia, khususnya di wilayah-wilayah yang mayoritas berpenduduk Kristen. Mereka menjalankan tradisi perayaan Natal dengan caranya masing-masing, seperti:

  • Tradisi bakar batu di Papua
    Tradisi seperti ini menjadi kebiasaan yang dilakukan oleh warga Papua setelah mengikuti upacara kebaktian Natal. Mereka membakar batu yang kemudian batu tersebut dimanfaatkan sebagai alat masak ketika Natal. Tradisi ini, oleh masyarakat Papua, dianggap sebagai wujud rasa syukur serta kebersamaan.
  • Marbinda di Sumatera Utara
    Tradisi menyembelih hewan secara besar-besaran menjadi kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat Batak di Sumatera Utara ketika menyambut kedatangan Hari Natal. Hewan kurban yang mereka sembelih, biasanya dikumpulkan dari hasil tabungan beberapa orang. Selanjutnya pada hari-H, hewan tersebut akan disembelih dan dagingnya akan dibagikan kepada para tetangga.
  • Kunci Taon di Manado
    Di Manado, masyarakat setempat memiliki tradisi bernama kunci taon yang dianggap sebagai penutup perayaan Hari Natal. Perayaan Natal di Manado memang berlangsung cukup panjang, dimulai dari tanggal 24 Desember sampai 1 Januari. Ada berbagai rangkaian acara yang diselenggarakan oleh masyarakat setempat.
    Sebagai acara pembuka, masyarakat Manado melakukan ibadah Natal di dalam gereja. Selanjutnya, mereka pun menyempatkan waktu untuk berziarah ke kuburan kerabat yang kemudian dilanjutkan dengan acara makan bersama. Terkadang, ada pula masyarakat Manado yang berinisiatif memberi lampu hias ke kuburan.
    Acara penutup dari rangkaian perayaan Hari Natal di Manado dilaksanakan pada hari Minggu pertama yang ada di bulan Januari. Tradisi ini dilakukan dengan melakukan pawai berkeliling Kota Manado dengan menggunakan pakaian yang mencolok, termasuk di antaranya adalah pakaian ala Sinterklas.
  • Tradisi Wayang Kulit di Yogyakarta
    Untuk menyambut kedatangan Hari Natal, warga Yogyakarta kerap melakukan pementasan wayang kulit. Tema pertunjukan wayang kulit tersebut pun cukup spesial, karena menceritakan tema Kelahiran Yesus Kristus. Menariknya lagi, kebaktian Natal yang dilangsungkan di gereja dilakukan dengan bahasa pengantar bahasa Jawa kromo inggil.

Demikian informasi singkat mengenai perayaan Hari Natal 2019 yang berlangsung di Indonesia. Semoga bermanfaat dan Selamat Hari Natal 2019 bagi Anda yang merayakan.

Related HariLibur

hari natal
Hari Natal 2020
25 Des 2020