Hari Raya Waisak 2019 + Google Calendar

Hari Raya Waisak 2019

Hari Raya Waisak 2019 jatuh pada hari Minggu 19 Mei 2019

Waisak, Hari Suci Agama Buddha untuk Memperingati 3 Peristiwa Penting.
Hari Raya Waisak pada 2019 jatuh pada hari Minggu. Ketahui lebih lanjut latar belakang perayaan hari besar agama Buddha ini.
Salah satu agama yang diakui di Indonesia adalah Buddha. Para penganut agama Buddha mendasarkan kepercayaannya dari kitab suci Tripitaka. Naskah asli kitab ini ditulis dalam bahasa Sanskerta, yaitu salah satu bahasa Indo-Eropa yang usianya setara dengan bahasa Het. Meskipun termasuk bahasa klasik, bahasa Sanskerta merupakan bahasa resmi yang digunakan di India bersama 23 bahasa lainnya.

Sekilas Mengenai Agama Buddha

Jumah penganut agama Buddha atau disebut juga Buddhis di Indonesia berdasarkan sensus terakhir yang diadakan pada 2010 silam adalah sekitar 1,7 juta jiwa. Jumlah ini hanyalah 0,72 persen dari seluruh populasi di Indonesia. Jika dibandingkan dengan 10 tahun sebelumnya, ada penurunan yang cukup signifikan dari jumlah Buddhis di Indonesia.
Salah satu penyebab hal ini adalah banyaknya penganut agama Buddha yang sudah berusia lanjut. Persentasenya sekitar 24,82 persen. Angka ini termasuk tinggi dibandingkan persentase penganut Islam berusia lanjut yang hanya sekitar 16,04 persen atau penganut Kristen sebanyak 14,36 persen. Selain itu, pertumbuhannya yang cenderung tetap menjadi alasan utama penurunan jumlah tersebut.

Pemeluk Buddha terbanyak bisa dijumpai di wilayah DKI Jakarta. Di daerah ini, ada sekitar 317 ribu jiwa yang berstatus sebagai Buddhis. Hal ini wajar karena Jakarta merupakan kota yang padat penduduk. Selanjutnya, penganut Buddha juga banyak terdapat di Sumatera Utara, yaitu sekitar 303 ribu jiwa. Daerah ini merupakan tujuan etnis Tionghoa saat melakukan migrasi dari Tiongkok berabad-abad silam.

Sementara itu, secara global, jumlah pemeluk agama Buddha di dunia paling banyak ada di Thailand, Cina, dan Jepang. Pew Research Center yang melakukan penelitian terhadap populasi umat beragama dan proyeksinya pada 2050 menemukan fakta yang mengejutkan. Ternyata, jumlah pemeluk agama Buddha di dunia pada 2010 dinyatakan kurang lebih sama dengan jumlah pemeluk agama Buddha pada 2050 mendatang, yaitu hanya 0,49 miliar. Hal ini sangat jauh berbeda dengan agama Islam dan Kristen. Kondisi tersebut disebabkan oleh tingkat fertilitas yang rendah dan populasi yang menua.

Latar Belakang Perayaan Waisak

Berbicara tentang agama Buddha tidak bisa dilepaskan dari Perayaan Waisak. Ada beberapa istilah yang berbeda untuk menyebut hari raya agama Buddha ini di berbagai negara. Di India disebut Visakah Puja atau Buddha Purnima, di Tibet disebut Saga Dawa, di Malaysia disebut Vesak, dan di Thailand disebut Visakha Bucha.
Waisak biasanya diperingati tiap Mei yaitu waktu terjadinya purnama sidhi atau terang bulan. Perayaan ini merupakan cara untuk menghormati 3 peristiwa penting dalam agama Buddha, yaitu:

  • Kelahiran Pangeran Siddharta pada 623 sebelum Masehi di Taman Lumbini. Pangeran Siddharta atau Siddharta Gautama adalah figur utama dalam agama Budha. Ia kemudian menjadi guru spiritual yang memulai ajarannya di wilayah timur laut India.
  • Perayaan Waisak juga dilaksanakan untuk memperingati momen ketika Pangeran Siddharta menjadi Buddha pada usia 35 tahun. Peristiwa ini diperkirakan berlangsung pada 588 sebelum Masehi di Buddha-Gaya. Secara harafiah, menjadi Buddha adalah mencapai penerangan agung atau sempurna.
  • Makna perayaan Waisak yang ketiga adalah untuk mengenang wafatnya Buddha Gautama (parinibbana) pada 543 Sebelum Masehi di Kusinara.

Tiga peristiwa penting ini dikenal dengan istilah Trisuci Waisak. Oleh Konferensi Persaudaraan Buddhis Sedunia atau World Fellowship of Buddhists (WFB), disepakati sebuah momen khusus untuk memperingatinya. Waktu yang dipilih adalah pada purnama pertama tiap Mei. Kesepakatan ini dilaksanakan pertama kali pada 1950 di Sri Lanka.

Perayaan Waisak di Indonesia

Peristiwa pada masa lampau memang tidak bisa dipastikan ketepatan waktunya. Oleh karena itu, unsur kepercayaan serta hasil dari beberapa penelitian terkait menjadi panduan dasar untuk menentukan kapan hari besar tersebut akan dirayakan.
Khusus di Indonesia, perayaan Waisak berpatokan pada keputusan yang diambil oleh WFB. Lokasi perayaan berpusat di komplek Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Lebih lanjut, ada 3 upacara pokok dalam rangkaian perayaan Waisak secara nasional. Berikut penjelasan singkatnya:

  1. Ritual Pindapata
    Ini adalah rangkaian awal dari Perayaan Tri Suci Waisak. Biasanya, acara dimulai pada pagi hari dan diikuti oleh seluruh umat Buddha yang telah berkumpul. Ritual ini adalah sebuah tradisi yang bertujuan untuk memberikan sedekah kepada para bikkhu. Hal ini dilakukan karena para Bikkhu tidak bekerja dan memiliki mata pencaharian seperti orang lain pada umumnya. Hidup mereka dibaktikan seluruhnya untuk melayani umat.
    Oleh karena itu, Pindapata menjadi momen yang penting supaya umat juga dapat berkontribusi dalam pelayanan para Bikkhu. Caranya adalah dengan bersedekah demi memenuhi kebutuhan pokok para Bikkhu.
  2. Pengambilan Air Berkat
    Prosesi selanjutnya adalah mengambil air berkah di Umbul Juprit yang terletak di Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Temanggung. Air tersebut diambil dari kolam yang berasal dari mata air jernih dan dimasukkan ke dalam kendi. Kemudian air tersebut didoakan dan kemudian dibawa kembali ke Candi Mendut.
  3. Samadhi
    Ini adalah detik-detik puncak bulan purnama. Perhitungan yang digunakan adalah perhitungan falak sehingga purnama bisa ditentukan pada siang hari.
    Bukan hanya 3 prosesi tersebut, Perayaan Waisak juga dilengkapi dengan upacara tambahan seperti pradaksina, pawai, dan acara-acara kesenian.
    Khusus di Indonesia, penetapan Hari Raya Waisak sebagai hari libur nasional adalah pada 1983 melalui Keppres No. 3 Tahun 1983. Penetapan ini bersamaan dengan penetapan hari libur nasional untuk merayakan Nyepi.
  4. Nah, demikian beberapa hal menarik yang perlu Anda ketahui tentang hari raya Waisak 2019. Karena pada tahun ini jatuh pada Minggu, yaitu 19 Mei 2019, tidak ada libur tambahan bagi pekerja maupun sekolah. Semoga pengetahuan sederhana ini dapat bermanfaat dan selamat Hari Raya Waisak 2019 bagi Anda yang merayakan.

Related HariLibur

Waisak 2564
Hari Raya Waisak 2564
07 Mei 2020
Hari Raya Waisak 2018
29 Mei 2018