Idul Fitri 2019 + Google Calendar

Idul Fitri 2019

Idul Fitri 2019 jatuh pada hari Selasa-Rabu, 4-5 Juni 2019

Masyarakat Indonesia memiliki cara tersendiri dalam merayakan hari Idul Fitri. Simak tujuh keunikannya berikut ini.
Idul Fitri atau lebih dikenal dengan sebutan Lebaran merupakan hari raya yang paling dinantikan umat Islam di Indonesia. Peringatannya jatuh setiap tanggal 1 Syawal tahun Hijriyah; usai bulan Ramadan.

Idul Fitri 2019 dirayakan pada hari Selasa-Rabu, tepatnya tanggal 4-5 Juni 2019. Sudah menjadi keputusan pemerintah, momen Idul Fitri dijadikan hari libur nasional. Karena itu, banyak orang yang melakukan tradisi mudik setiap akhir bulan Ramadan.

Makna Mendalam di Balik Idul Fitri

Keberagaman suku di Indonesia menjadikan Idul Fitri sarat berbagai makna. Misalnya, dalam keyakinan orang Jawa, Lebaran merupakan tradisi yang menyatu dengan bakdo kupat. Istilah bakdo kupat artinya, mengakui kesalahan kepada Allah dan sesama manusia. Pun bisa diartikan sebagai laku papat atau empat tindakan.
Terlepas dari semua itu, makna Idul Fitri yang sesungguhnya adalah hari kemenangan. Setelah satu bulan berpuasa; melawan hawa nafsu; umat Islam mendapatkan hadiah berupa pengampunan dosa. Idul Fitri juga bisa dimaknai sebagai bentuk kembalinya diri kepada kesucian. Mereka diibaratkan bayi yang baru dilahirkan; suci tanpa dosa.

Tradisi Unik Saat Hari Raya Idul Fitri di Indonesia

Berbicara soal Idul Fitri, Indonesia punya banyak tradisi unik, lho. Berikut ini beberapa tradisi Lebaran di Nusantara yang tidak ada di negara lain.

  1. Main Petasan—yang Dirindukan Meski Menjengkelkan
    Meskipun banyak larangan menyalakan petasan, agaknya tradisi ini belum meluntur. Beberapa daerah—terutama pedesaan—masih melakukannya saat Lebaran. Hanya saja, bentuknya berbeda-beda. Sebagai contoh di Pontianak; ada festival meriam karbit.
    Festival meriam karbit sudah dilakukan sejak 200 tahun silam. Warga Pontianak biasa menyalakannya di tepi Sungai Kapuas saat malam takbiran. Ukuran meriam tersebut sangat besar sehingga dentumannya keras.
    Ada pula daerah yang mengganti petasan dengan menyalakan kembang api. Benda ini dinilai lebih aman karena tidak mengeluarkan ledakan; melainkan hanya percikan api kecil.
  2. Selalu Ada Ketupat dan Opor
    Lebaran di Indonesia identik dengan ketupat. Kawasan mana pun di negeri ini, selalu menghidangkan makanan sejenis ketupat saat Idul Fitri. Semisal, lontong, kupat, dan buras (khas Makassar).
    Sebagai pelengkap, ketupat disajikan bersama opor ayam. Makanan tersebut dibuat dari bahan daging ayam yang dicampur kuah santan. Soal rasa, tak bisa ditawar; gurih, legit, dan sedikit manis. Terlebih ditambah taburan kerupuk udang; kelezatannya makin terasa di lidah.
  3. THR—Tunjangan Hari Raya—yang Senantiasa Dinantikan
    Hanya di Indonesia yang tiap Idul Fitri ada pembagian tunjangan hari raya atau disebut THR. Umumnya, THR diberikan oleh instansi pemerintah maupun swasta kepada karyawan. Meski begitu, beberapa perusahaan kecil dan toko juga kerap membagikan THR. Bisa dikatakan, THR merupakan bonus tahunan dalam jumlah tertentu, di luar gaji pokok.
    Namun ternyata, pembagian THR pun terjadi di lingkungan keluarga—istilahnya angpau atau pecingan. Angpau diberikan kepada anak-anak dari orang dewasa yang sudah memiliki penghasilan sendiri. Isi angpau adalah sejumlah uang dalam kondisi masih baru.
  4. Ziarah Usai Salat Idul Fitri yang Menjadi Tradisi
    Ziarah merupakan kegiatan mengunjungi makam anggota keluarga dengan tujuan mengirimkan doa. Aktivitas ini agaknya menjadi tradisi wajib bagi sebagian muslim di Indonesia. Mereka melakukan ziarah ketika hari pertama atau kedua Idul Fitri.
    Jika dirunut berdasarkan sejarah, tradisi ziarah sudah ada sejak masa Hindu-Buddha di Nusantara. Istilahnya disebut nyekar—mengunjungi makam. Setelah Islam masuk, tradisi tersebut tetap dilaksanakan; terutama saat Idul Fitri.
  5. Mengunjungi Sanak Saudara dan Tetangga
    Lebaran juga di Indonesia juga dilengkapi dengan halalbihalal atau saling memaafkan; menyambung silaturahmi. Di momen ini, umat Islam memiliki tradisi saling berkunjung ke rumah saudara, teman, kolega, atau tetangga. Mereka berkumpul, berjabatan tangan sebagai tanda maaf, serta menyantap berbagai makanan.
    Kalau di pedesaan atau perkampungan, momen kunjungan dilakukan usai salat Idul Fitri. Sebagian warga memilih keliling kampung; singgah dari rumah ke rumah untuk meminta maaf. Sebaliknya, di kawasan kota, aktivitas tersebut lebih sering diwujudkan dengan kegiatan halalbihalal di tempat tertentu. Semisal, di rumah kakek nenek, di sekolah, atau di kantor.
  6. Grebeg Syawal
    Anda pernah berkunjung ke Keraton Yogyakarta pada tanggal 1 Syawal? Saat itu, keraton mengadakan Grebeg Syawal sebagai bentuk perayaan hari kemenangan. Biasanya, aktivitas tersebut dilakukan usai salat Idul Fitri.
    Tradisi Grebeg Syawal diadakan di Alun-alun Utara sebagai simbol hajat dalem yang berarti kedermawanan sultan kepada rakyat. Ketika perayaan itu, sultan memberikan sedekah berupa hasil bumi dan makanan. Semuanya disusun dalam bentuk gunungan; mengerucut, tinggi, dan besar.
  7. Ngejot dan Perang Topat
    Kalau di Yogyakarta ada Grebeg Syawal, di Bali terdapat perayaan Ngejot. Tradisi ini dilakukan dengan cara membagikan makanan dari muslim kepada seluruh penduduk Bali. Mereka memberikannya tanpa mengenal latar belakang; baik agama, maupun sosial.
    Selain Ngejot, ada juga Perang Topat di Lombok. Tujuan tradisi ini adalah menguatkan tali silaturahmi antarumat beragama. Kegiatan tersebut dimulai dengan mengarak hasil bumi. Setelah itu, masyarakat melakukan ‘perang’ ketupat atau saling melempar ketupat.
    Perang Topat dilaksanakan pada hari ke-6 di bulan Syawal. Penduduk melakukannya dengan suka cita; tanpa disertai rasa dendam dan amarah. Di samping itu, mereka percaya; siapa pun yang ikut perang akan dikabulkan permohonannya.

Itulah tadi ulasan seputar hari raya Idul Fitri 2019, makna, serta tradisi unik Lebaran di Indonesia. Jika Anda punya kesempatan, tidak ada salahnya menelusuri sampai ke pelosok negeri. Pastinya, masih banyak hal menarik yang terjadi saat Idul Fitri 2019 di Nusantara ini. Selamat hari raya Idul Fitri 2019 bagi Anda yang merayakan.

Related HariLibur

Idul Fitri 2020
24 Mei 2020 - 25 Mei 2020