Kenaikan Isa Almasih 2019 + Google Calendar

Kenaikan Isa Almasih 2019

Kenaikan Isa Almasih 2019 jatuh pada hari Kamis 30 Mei 2019

Kenaikan Isa Almasih 2019, Momen Bersejarah bagi Umat Kristen. Momen kenaikan Isa Almasih adalah salah satu titik penting dalam perjalanan kekristenan. Di Indonesia, hari ini ditentukan sebagai libur nasional.

Selain hari Natal dan Jumat Agung, hari besar umat kristiani lainnya adalah Kenaikan Isa Almasih. Pada 2019, momen tersebut jatuh pada tanggal 30 Mei, tepatnya hari Kamis. Berdasarkan sejarah dan makna di baliknya, hari Kenaikan Isa Almasih hanya berjarak 40 hari setelah Perayaan Paskah. Paskah adalah istilah untuk menyebut peristiwa kebangkitan Yesus Kristus.
Meskipun bukan tepat pada hari Minggu, hari Kenaikan Isa Almasih biasanya dirayakan oleh umat kristiani dengan beribadah di gereja. Di Indonesia, hari ini telah ditetapkan sebagai libur nasional sehingga kegiatan pekerjaan di kantor maupun aktivitas belajar di sekolah ditiadakan. Masyarakat yang tidak menganut agama Kristen dan Katolik biasanya memanfaatkan momen ini untuk berlibur atau beristirahat di rumah.

Sejarah di Balik Peristiwa Kenaikan Isa Almasih

Oleh umat kristiani, Kenaikan Isa Almasih atau akrab juga disebut peristiwa pengangkatan dipercaya sebagai bagian akhir perjalanan Yesus Kristus di dunia. Di Alkitab, peristiwa ini dicatat terjadi di Bukit Zaitun, 1,5 km jauhnya dari kota Yerusalem. Di tempat yang sama pernah didirikan gereja “Church of The Holy Ascension”. Bangunan ini kemudian berubah menjadi masjid “Kapel Kenaikan” pada 1187.
Pengangkatan Yesus Kristus ke surga merupakan peristiwa penting yang menyempurnakan misi kelahiran-Nya di dunia. Sebagian besar umat kristiani merayakan momen tersebut tiap 25 Desember atau dikenal sebagai hari Natal. Menurut sejarah yang tercatat di Alkitab, setelah lahir di dunia, Yesus Kristus mengalami kematian, kebangkitan, dan berakhir dengan kenaikan.
Peristiwa kenaikan ini bisa dibilang merupakan proses yang unik dan langka. Secara kasat mata, murid-murid Yesus Kristus yang berkumpul saat itu dapat menyaksikan langsung proses pengangkatan ini. Tubuh Yesus Kristus digambarkan naik dengan perlahan-lahan, lalu tampak tertutup oleh awan hingga tak terlihat lagi.
Jika dinalar secara logis, kejadian tersebut memang tak masuk akal karena melawan Hukum Gravitasi. Namun, berdasarkan kepercayaan umat kristiani, yang bertumpu dari kesaksian para murid yang hadir pada saat itu, peristiwa ini diyakini benar-benar terjadi.

Makna Peristiwa Kenaikan Isa Almasih

Secara mendetail, peristiwa kenaikan Yesus Kristus ke surga dapat dibaca di dalam kitab Kisah Para Rasul. Namun, ada beberapa bagian lain di Alkitab, termasuk kitab Injil yang ditulis oleh Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes, secara jelas memuat rujukan tentang kenaikan Yesus Kristus ke surga setelah mengalami kematian dan kebangkitan.
Di Injil Yohanes, misalnya, tertulis 3 rujukan penting yang berasal dari perkataan Yesus, yaitu Yohanes 3:13, Yohanes 6:62, dan Yohanes 20:17. Dalam ayat-ayat ini, Yesus menyampaikan secara tersirat bahwa Ia akan naik ke surga, kembali ke tempat Ia berada sebelumnya, dan pergi kepada Bapa atau Allah.
Berdasarkan pernyataan-pernyataan tersebut, dapat ditarik suatu kesimpulan sederhana bahwa peristiwa Kenaikan Isa Almasih merupakan tanda bahwa tugas-Nya menyelamatkan manusia dari dosa sudah selesai. Ia menanggalkan identitas manusia dan kembali kepada kemuliaan-Nya sebagai Allah serta menyerahkan tugas selanjutnya kepada para murid-Nya.
Tidak serta-merta ditinggalkan, para murid ini masih dibekali dengan Roh Kudus yang turun 10 hari kemudian. Dalam kepercayaan umat kristiani, Roh Kudus adalah salah satu bagian dari Allah Tritunggal, selain Bapa dan Anak. Roh Kudus tersebut bertugas mendampingi dan menguatkan murid-murid Yesus Kristus selama menjalankan misi lanjutan yang disampaikan Yesus pada saat kenaikan-Nya.

Fakta Alkitab Terkait Peristiwa Kenaikan Isa Almasih

Ada beberapa fakta menarik tentang peristiwa kenaikan Isa Almasih yang dapat digali dari referensi utamanya, yaitu Alkitab. Berikut di antaranya:

  • Lokasi peristiwa kenaikan Yesus Kristus ke surga disebutkan berjarak “seperjalanan Sabat” dari Yerusalem. Di Alkitab, jarak yang ditempuh memang tidak pernah dinyatakan dalam ukuran resmi seperti yang biasa digunakan sehari-hari. Namun, berdasarkan tradisi dan kebiasaan masyarakat setempat pada masa itu, istilah “seperjalanan Sabat” berarti 2.000 langkah atau sekitar 1,5 km. Tentu saja, angka ini ditentukan berdasarkan perkiraan umum.
  • Bukit Zaitun atau Mount Olive, tempat terjadinya pengangkatan ke surga, adalah sebuah area pegunungan yang memiliki 3 puncak memanjang. Jika diukur, panjangnya adalah sekitar 2 km.
  • Peristiwa yang menakjubkan ini disaksikan oleh sejumlah pengikut setia Yesus Kristus. Setelah Yesus tidak lagi terlihat dari pandangan, muncul dua orang yang berpakaian putih dan menegur mereka. Berdasarkan referensi Alkitab, pakaian putih merujuk pada jubah malaikat. Keduanya mengatakan bahwa Yesus Kristus akan kembali datang ke dunia dengan cara yang sama seperti Ia terangkat ke sorga. Pernyataan ini menjadi salah satu dasar iman umat kristiani.
  • Awan memiliki makna yang lebih dari sekadar uap air yang naik ke langit dan menjadi cikal bakal hujan. Awan merupakan lambang kemuliaan Shekinah dan menjadi penggambaran hadirnya kemuliaan Allah dalam sebuah peristiwa. Simbol awan juga digunakan dalam beberapa momen yang tertulis di kitab Perjanjian Lama.

Kenaikan Isa Almasih menjadi titik terakhir kehadiran tubuh manusia Yesus Kristus di dunia. Namun, momen ini juga merupakan titik awal penantian umat kristiani terhadap janji kedatangan Tuhan Yesus untuk kedua kalinya. Itulah sebabnya, peristiwa kenaikan Isa Almasih menjadi tonggak penting dalam perjalanan kehidupan kekristenan.

Nah, demikian ulasan singkat mengenai Kenaikan Isa Almasih 2019 yang ditetapkan pada Mei 2019 mendatang. Semoga bermanfaat dan selamat merayakan Hari Raya Kenaikan Isa Almasih 2019 bagi Anda yang merayakan.

Related HariLibur

kenaikan isa almasih