Tahun Baru Imlek 2019 + Google Calendar

Tahun Baru Imlek 2019

Tahun Baru Imlek 2019 jatuh pada hari Selasa, 5 Februari 2019

Tahun Baru Imlek dirayakan dengan melakukan makan malam keluarga dan saling berbagi angpao kepada mereka yang belum menikah dan tentunya pada Tahun Baru Imlek 2019, tradisi itu tetap masih akan dilakukan.

Tahun Baru Imlek atau Chinese New Year adalah salah satu perayaan penting di seluruh dunia khususnya di Tiongkok. Perayaan ini dilakukan untuk menyambut tahun baru dalam penanggalan Kalender Tiongkok yang berbeda dengan Kalender Gregorius. Tahun baru ini biasanya berjalan pada pertengahan Januari hingga pertengahan Februari.

Perayaan Tahu Baru Imlek berbeda-beda setiap generasinya. Di Indonesia sendiri perayaannya juga mengalami pasangan surut mulai dari dilarang hingga dijadikan Hari Libur Nasional.

Asal-usul Perayaan Imlek

Perayaan Tahun Baru Imlek sudah dilakukan di seluruh dunia khususnya Tiongkok lama. Perayaan pertama dilakukan sekitar 3.500 tahun yang lalu. Setiap generasi penguasa memiliki perbedaan tahun baru. Namun, sebagian besar dimulai pada permulaan musim tanam.
Selain dipengaruhi oleh musim tanam, penanggalan ini juga dipengaruhi oleh masalah politis. Berikut linimasa perayaan Tahun Baru Imlek dari era kuno hingga modern seperti sekarang.

  • Dinasti Shang (1600-1046 SM)
    Sebagian besar masyarakat di Tiongkok percaya kalau perayaan tahun baru dimulai pada era Dinasti Shang. Pada dinasti ini sebagian besar masyarakat akan merayakan tahun baru dengan melakukan upacara keagamaan untuk berterima kasih pada dewa dan nenek moyang. Setahun sekali akan ada upacara sakral yang diikuti semua keluarga.
  • Dinasti Zhou (1046-256 SM)
    Dalam kepercayaan Tionghoa, ada makhluk bernama Nian yang memiliki wujud seperti singa. Makhluk ini sering sekali memburu masyarakat saat awal tahun sehingga upacara harus dilakukan untuk mengusir Nian yang dalam Bahasa Indonesia berarti tahun ini.
    Salah satu cara untuk mengusir Nian adalah dengan membuat kebisingan. Cara terbaik untuk membuat kebisingan adalah dengan menyulut petasan. Itulah mengapa setiap perayaan awal tahun selalu ada petasan di depan rumah dalam jumlah yang banyak. Selain petasan Nian juga takut dengan warna merah.
  • Dinasti Han (202 SM – 220 M)
    Pada dinasti ini penanggalan awal tahun mulai dibenarkan dan distandarkan agar tidak membingungkan banyak orang. Pada dinasti ini beberapa aktivitas hiburan mulai diperkenalkan setelah sebelumnya hanya dilakukan sebagai upacara tradisional yang sangat sakral.
  • Dinasti Wei dan Jin (22-420 M)
    Pada dua dinasti ini perayaan Tahun Baru Imlek jadi lebih meriah. Masyarakat mulai membersihkan rumah bersama-sama dan menghias dengan ornamen berwarna. Beberapa hiburan juga mulai dibuat untuk membuat suasana jadi meriah. Tradisi makan bersama juga dimulai pada era ini.
  • Dinasti Tang hingga Qing (618-1911 M)
    Tradisi perayaan mulai berkembang menjadi lebih meriah. Aktivitas hiburan seperti Barongsai mulai ditampilkan. Tradisi mengunjungi saudara, makan bersama, dan membuat semacam siomai atau pangsit juga dilakukan oleh banyak orang.
  • Era Modern
    Pada era modern, perayaan tahun baru tidak hanya berfokus pada perayaan agama saja, tapi juga acara tahunan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Awalnya perayaan dengan penanggalan tradisional dilarang oleh pemerintah republik yang mulai mengikuti kalender Gregorius. Namun, kedua kalender akhirnya tetap dipakai dengan fungsi yang berbeda.

Perayaan Tahun Baru Imlek di Indonesia

Masyarakat Tionghoa sudah masuk ke Indonesia sejak abad ke-5 Masehi atau jauh sebelum penjajah dari Eropa menguasai Nusantara. Namun, pada abad ke-17 barulah banyak pedagang dari Tiongkok yang datang ke Indonesia untuk memulai bisnisnya.

Sebelum Presiden Soeharto menjabat selama 32 tahun di Indonesia, perayaan Imlek masih diperbolehkan di kawasan-kawasan pecinan. Namun, sejak tahun 1968-1999, perayaan ini dilarang dilakukan di tempat umum sesuai dengan Instruksi Presiden No. 14 Tahun 1967.

Saat Presiden Gus Dur menjabat pada tahun 2001 silam, beliau mencabut Instruksi Presiden No. 14 Tahun 1967 karena dianggap tidak sesuai lagi. Menurut pandangan dari Gus Dur, masyarakat keturunan atau peranakan Tinghoa adalah warga Indonesia sehingga haknya harus diberikan.

Pada tahun 2003, Presiden Megawati akhirnya menetapkan Hari Raya Imlek sebagai Hari Libur Nasional Masyarakat Tinghoa mendapatkan libur satu hari untuk melakukan perayaan dengan keluarga atau dengan masyarakat di dalam komunitasnya.

Setelah belasan tahun berlalu, Hari Raya Imlek menjadi sesuatu yang khas di Indonesia. Beberapa kota besar mengadakan perayaan dan pertunjukan. Pusat perbelanjaan juga memasang ornamen Imlek sejak awal Februari atau pertengahan Januari. Pada Tahun Baru Imlek 2019 hiasan dan ornamen akan dipasang mendekati minggu ke tiga bulan Januari.

Tradisi Khas Tahun Baru Imlek

Tradisi khas perayaan Imlek di Indonesia atau dunia cukup banyak, tapi yang paling umum adalah beberapa hal di bawah ini.

  1. Menyalakan Petasan
    Petasan adalah hal yang tidak bisa dilepaskan dari tradisi Imlek di Indonesia dan juga dunia. Petasan ini digunakan sebagai salah satu penolak bala. Di beberapa negara, petasan mungkin di larang. Namun, beberapa orang menyiasatinya dengan petasan elektrik yang hanya mengeluarkan bunyi saja alih-alih yang meledak.
  2. Membagikan Angpao
    Membagikan angpao adalah hal yang tidak boleh dilupakan dari perayaan Imlek. Biasanya anak-anak atau mereka yang belum menikah mendapatkan bungkusan berwarna merah dan di dalamnya terdapat uang.
  3. Menggunakan Ornamen Merah dan Emas
    Ornamen merah dan emas akan banyak mengisi rumah-rumah penduduk peranakan Tionghoa. Di pintu depan, tembok, atau hiasan di meja. Beberapa orang juga mengenakan pakaian khusus dengan warna merah saat diadakan makan malam keluarga.
  4. Makan Malam Keluarga
    Makan malam keluarga adalah hal yang wajib dilakukan dalam setiap perayaan Imlek tentunya tetap berlaku di Tahun Baru Imlek 2019. Semua anggota keluarga akan berkumpul untuk menyantap hidangan khas Imlek seperti mi panjang umur, yu sheng, dan telur yang dimasak dengan menggunakan teh. Satu lagi, kue keranjang tidak akan pernah absen dari meja.

Demikianlah ulasan tentang perayaan Tahun Baru Imlek di Indonesia dan sejarahnya, semoga bermanfaat untuk Anda semuanya dan selamat Tahun Baru Imlek 2019 bagi Anda yang merayakan.