Tahun Baru Masehi 2019 + Google Calendar

tahun baru masehi 2019

Tahun Baru Masehi 2019 – Selasa, 1 Januari 2019

Sebelum kita larut dalam kegembiraan Tahun Baru Masehi 2019 yang jatuh pada hari Selasa 1 Januari 2019, tahukah Anda bahwa perayaan tahun baru masehi pertama kali dilakukan pada era Julius Caesar meski secara meriah dilakukan pada era Paus Gregorius XIII.

Seperti halnya kawasan di seluruh dunia, masyarakat di Indonesia juga merayakan pergantian tahun dan menyambut tahun baru dengan meriah. Sebagian besar masyarakat berkumpul dengan keluarga, teman, atau memilih pelesir untuk menikmati malam pergantian tahun dengan lebih meriah.

Oh ya, pernahkah Anda bertanya kapan perayaan tahun baru ini dilakukan? Lalu kenapa harus berada pada tanggal 1 Januari setiap tahunnya? Kalau Anda belum tahu tentang sejarah dari perayaan tahun baru di seluruh dunia termasuk Indonesia, simak beberapa ulasan singkatnya di bawah ini.

Sejarah Tahun Baru

Perayaan tahun baru yang dimulai setiap 1 Januari pertama kali dicatat pada tahun 45 SM. Orang yang mengenalkan metode kalender ini adalah Julius Caesar yang pernah berkuasa di Roma. Sebelumnya Roma menggunakan kalender yang disesuaikan dengan pergerakan bulan sehingga sering terjadi kesalahan. Selain itu, sebelum Julius berkuasa, kalender selalu disesuaikan dengan musim sehingga penguasa sering menambah atau mengurangi sesuai keinginan. Motif politis juga dijadikan alasan untuk mengubah-ubah kalender sehingga awal tahun sering berganti untuk memenangkan posisi tertinggi di dalam pemerintahan. Setelah Julius menguasai Roma dan menjadi seorang kaisar, dia memperbaiki penanggalan yang sering kacau.

Dia meminta saran pada seorang astronom dari Aleksandaria bernama Sosigenes untuk mengatur lagi penanggalan. Dari saran Sosigenes, Julius akhirnya menetapkan satu tahun menjadi 365 ¼ hari. Dia menghilangkan satu hari di setiap tahunnya dan menambahkannya pada Februari 4 tahun sekali. Tahun baru yang awalnya jatuh pada 1 Maret berubah menjadi 1 Januari. Sebelum Julius dibunuh dia sempat mengganti nama bulan ke tujuh dari Quintilis ke Julius (Juli). Selanjutnya penerus dari Julius mengubah bulan ke delapan dari Sextilis ke Augustus (Agustus).

Penggunaan kalender dari Julius terus dilakukan dari tahun ke tahun hingga akhirnya pada abad pertengahan terjadi masalah di Eropa. Paus yang kala itu memimpin menganggap penanggalan dari Julius adalah bagian dari Paganisme dan tidak sesuai dengan aliran kristiani yang mereka sebarkan.

Akhirnya pada tahun 1582, Paus Gregory XIII mengenalkan sistem kalender baru bernama Kalender Gregorius. Kalender ini menerapkan aturan baru dan penyempurnaan dalam hal penetapan tahun kabisat. Dari pengenalan ini masyarakat Katolik di Eropa mulai melakukan perayaan tahun baru yang terus bertahan hingga sekarang.

Tradisi Tahun Baru di Indonesia

Seperti halnya di kawasan Eropa dan Amerika, penduduk di Indonesia juga merayakan Tahun Baru Masehi. Perayaannya memang tidak terlalu khusus seperti halnya perayaan Idul Fitri.
Secara umum, perayaan tahun baru di Indonesia terdiri dari beberapa hal di bawah ini.

  1. Kembang Api
    Kembang api adalah salah satu tradisi yang tidak bisa ditinggalkan baik di luar negeri atau di Indonesia. Kembang api ini biasanya dinyalakan di rumah, di kantor, atau di pusat kota. Pemerintah daerah banyak yang menganggarkan kembang api ini untuk acara tahun baru secara reguler.
    Di beberapa kota besar, kembang api juga menjadi salah satu pertunjukan yang menaik. Ribuan orang akan berkumpul menjelang tengah malam untuk menyaksikan kembang api yang memenuhi langit dengan warna-warni yang menarik.
  2. Begadang
    Sebagian besar masyarakat di Indonesia juga sering begadang hingga lewat tengah malam. Karena esok harinya libur, begadang adalah aktivitas seru untuk menyambut tahun baru. Beberapa orang lebih memilih begadang di rumah, di luar rumah, atau malah sudah pelesir sehari sebelumnya entah di dalam negeri atau di luar negeri,
  3. Terompet
    Terompet tidak bisa dilepaskan dari tradisi tahun baru di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Seminggu sebelum terjadi perayaan ini ratusan penjual terompet akan menjajakan dagangannya di jalanan. Mereka mengambil untung musiman dengan menjual terompet dengan ornamen yang unik.
    Tradisi terompet ini hampir sama dengan tradisi Tahun Baru China. Yang membedakannya hanyalah alat untuk membuat keramaian. Di China biasanya menggunakan petasan rangkai sementara di Indonesia menggunakan terompet.
  4. Berkumpul dengan Keluarga
    Libur Tahun Baru Masehi biasanya menjadi satu dengan libur Natal. Beberapa masyarakat Kristen dan Katolik banyak yang memilih mengambil cuti untuk menghabiskan waktu dengan keluarga.
    Masyarakat lain juga akan pulang ke rumah atau berkumpul dengan teman untuk melakukan aktivitas seru seperti membakar ayam, jagung, atau melakukan beberapa permainan seru. Semoga pada hari Tahun Baru Masehi 2019 ini Anda juga bisa berkumpul dengan keluarga untuk berbagi keceriaan ya 🙂

  5. Pawai
    Meski tidak disarankan karena berisiko macet dan bisa menyebabkan kecelakaan, beberapa orang sering pergi ke luar untuk melakukan pawai bersama banyak orang, Pawai ini dilakukan dengan mengelilingi kota lalu berhenti di kawasan pusat untuk melihat kembang api atau pertunjukan musik.

Tradisi Tahun Baru di Seluruh Dunia

Beberapa negara di dunia juga merayakan Tahun Baru Masehi dengan meriah.

  • Spanyol, memakan 12 butir anggur sebagai simbol keberuntungan, 12 menyimbolkan jumlah bulan dalam satu tahun.
  • Denmark, masyarakat Denmark memiliki tradisi melempar barang pecah belah di depan pintu sendiri atau orang lain. Semakin banyak berang pecah belah yang dilempar, keberkahan akan didapatkan.
  • Jepang, masyarakat akan berkumpul di kuil untuk berdoa dan membunyikan lonceng sebanyak 108 kali. Lonceng ini adalah simbol keberuntungan yang akan didapatkan selama satu tahun ke depan. Setelah bergadang, esok paginya mi soba akan disantap untuk memulai hari yang penuh rezeki.
  • Rusia, menulis keinginan di kerta lalu dibakar sampai menjadi abu. Selanjutnya abu dicampur dengan air untuk diminum.
  • Siberia, membawa batang kayu lalu menceburkan diri ke danau yang membeku.

Demikianlah sedikit ulasan tentang tradisi Tahun Baru Masehi yang dilakukan di Indonesia, dunia, dan sejarahnya. Selamat merayakan Tahun Baru Masehi 2019!

Related HariLibur

Tahun baru masehi 2020